WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Balikpapan: Meneladani Akhlak Rasulullah melalui Kepedulian dan Zakat

BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Peringatan ini menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada sosok teladan yang membawa risalah rahmat bagi seluruh alam.

Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merenungkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang dicontohkan Rasulullah SAW. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan akhlak mulia yang relevan diterapkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, maupun lingkungan sosial.

Salah satu teladan utama Rasulullah SAW adalah perhatiannya kepada kaum lemah, fakir, miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Kepedulian tersebut sejalan dengan semangat zakat, infak, dan sedekah yang bertujuan menghadirkan keadilan, memperkuat persaudaraan, serta membantu masyarakat keluar dari berbagai kesulitan. Melalui kepedulian yang nyata, umat Islam dapat menghadirkan manfaat dan menumbuhkan harapan bagi orang lain.

BAZNAS Kota Balikpapan mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai penggerak untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial. Kecintaan kepada Rasulullah hendaknya tercermin melalui perilaku yang baik, sikap saling menghormati, kesediaan membantu, serta komitmen untuk menunaikan kewajiban zakat secara benar dan bertanggung jawab.

Zakat memiliki peran penting dalam membangun kesejahteraan umat. Dana yang ditunaikan oleh para muzaki dapat dikelola dan disalurkan kepada mustahik melalui program yang tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, pengelolaan zakat yang amanah juga dapat mendukung pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, kegiatan dakwah, dan berbagai upaya kemanusiaan.

Dalam kehidupan masyarakat perkotaan, semangat berbagi memiliki arti penting. Perubahan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari dapat menimbulkan tantangan bagi keluarga. Karena itu, zakat hadir sebagai instrumen sosial yang menghubungkan kepedulian para muzaki dengan kebutuhan mustahik. Hubungan tersebut bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan bentuk persaudaraan, penghormatan, dan upaya bersama untuk tumbuh menuju kehidupan yang lebih baik.

Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan sesuai ketentuan syariah. BAZNAS Kota Balikpapan mendorong kesadaran masyarakat agar menunaikan zakat melalui lembaga. Dengan penghimpunan yang kuat dan penyaluran yang terarah, potensi zakat dapat memberikan dampak luas, merata, dan berkelanjutan bagi pembangunan kesejahteraan umat di Kota Balikpapan. Kebaikan terorganisasi akan menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara tepat.

Semangat Maulid Nabi juga mengajarkan pentingnya mempererat persatuan di tengah keberagaman. Masyarakat diharapkan terus menjaga keharmonisan, menghindari perpecahan, dan membangun lingkungan yang damai. Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, setiap orang dapat berkontribusi menciptakan kehidupan yang lebih adil, peduli, dan penuh kasih sayang.

Pada momentum penuh keberkahan ini, BAZNAS Kota Balikpapan mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak selawat, meningkatkan ibadah, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan kebiasaan berbagi. Setiap kebaikan, sekecil apa pun, dapat menjadi jalan untuk menghadirkan perubahan yang berarti bagi lingkungan sekitar.

Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah semakin menguatkan iman dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Mari bersama-sama melanjutkan keteladanan beliau dengan menjadi pribadi yang jujur, amanah, dermawan, dan bermanfaat bagi sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita wujudkan kepedulian menjadi kekuatan untuk membantu mustahik serta mendukung terwujudnya masyarakat Balikpapan yang sejahtera dan penuh keberkahan.

25/08/2026 | Kontributor: Hasan
Semangat Kemerdekaan ke-81, Dedikasi Staf BAZNAS Kota Balikpapan dalam Melayani Umat

Balikpapan – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum istimewa bagi staf BAZNAS Kota Balikpapan untuk merefleksikan arti pengabdian. Di balik setiap pelayanan zakat, penyampaian informasi, penyaluran bantuan, dan penyusunan laporan, terdapat kerja para staf yang dilaksanakan dengan ketelitian, kesabaran, serta rasa tanggung jawab. Semangat kemerdekaan menjadi pengingat bahwa pekerjaan sehari-hari merupakan bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Bagi para staf BAZNAS Kota Balikpapan, pengabdian tidak selalu hadir dalam bentuk besar dan terlihat oleh banyak orang. Pengabdian dapat dimulai dari menyambut masyarakat dengan ramah, memberikan penjelasan yang mudah dipahami, merespons pertanyaan dengan baik, serta memastikan setiap kebutuhan administrasi ditangani secara tepat. Hal-hal sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Setiap hari, para staf menjalankan peran yang saling berkaitan. Ada yang melayani muzaki, mengelola data, menerima permohonan, mempersiapkan dokumen, membantu proses verifikasi, menyusun laporan, mendokumentasikan kegiatan, hingga menyampaikan informasi kepada masyarakat. Meskipun memiliki tugas yang berbeda, seluruh staf membawa tujuan yang sama, yaitu menghadirkan pelayanan yang amanah, tertib, dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Balikpapan.

Pekerjaan tersebut membutuhkan ketekunan yang tidak sedikit. Ketika menghadapi banyak berkas, pertanyaan masyarakat, jadwal kegiatan, maupun proses koordinasi, para staf dituntut tetap teliti dan profesional. Kesalahan kecil dapat memengaruhi pelayanan, sehingga setiap proses perlu dilakukan dengan hati-hati. Dari sinilah nilai pengabdian tumbuh, bukan hanya melalui hasil akhir, tetapi juga melalui kesungguhan dalam menjalankan setiap tahapan pekerjaan.

Momentum kemerdekaan juga meneguhkan pentingnya kebersamaan di lingkungan kerja. Para staf BAZNAS Kota Balikpapan menyadari bahwa pelayanan yang baik tidak dapat diwujudkan seorang diri. Komunikasi, saling membantu, dan kepedulian antarrekan menjadi kekuatan dalam menyelesaikan berbagai tanggung jawab. Ketika satu bagian menghadapi kesibukan, dukungan dari bagian lain membuat pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih efektif dan suasana pelayanan tetap terjaga.

Kebersamaan tersebut menggambarkan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Perbedaan usia, pengalaman, karakter, dan bidang tugas tidak menjadi penghalang untuk berjalan dalam satu tujuan. Justru keberagaman itu menjadi kekuatan yang melengkapi. Setiap staf memiliki kontribusi penting, baik mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat maupun yang bekerja di balik layar memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.

Dalam suasana peringatan kemerdekaan, para staf juga diajak untuk terus meningkatkan kualitas diri. Perubahan zaman menuntut pelayanan yang semakin cepat, terbuka, dan mudah diakses. Karena itu, kemampuan beradaptasi, memanfaatkan teknologi, membangun komunikasi yang baik, dan menjaga integritas menjadi bagian dari pengabdian masa kini. Semangat belajar perlu terus dipelihara agar pelayanan kepada masyarakat dapat berkembang tanpa meninggalkan prinsip amanah.

Bagi staf BAZNAS Kota Balikpapan, bekerja di lembaga pengelola zakat membawa tanggung jawab moral yang besar. Setiap data yang dicatat, pesan yang disampaikan, dan dokumen yang diproses berhubungan dengan amanah masyarakat. Kesadaran tersebut mendorong para staf untuk bekerja tidak hanya dengan kemampuan, tetapi juga dengan hati. Pelayanan yang tulus diharapkan mampu menghadirkan rasa nyaman, harapan, dan kepercayaan bagi setiap orang yang datang.

Di balik seragam yang dikenakan, para staf juga memiliki keluarga, kesibukan, dan tantangan masing-masing. Namun, ketika berada di tempat kerja, mereka berusaha menempatkan kepentingan pelayanan sebagai prioritas. Kehadiran tepat waktu, kesediaan menyelesaikan tugas, serta kesiapan mendukung kegiatan menjadi wujud disiplin yang terus dijaga. Dedikasi inilah yang menjadikan pekerjaan rutin memiliki makna pengabdian bagi umat dan daerah, dari hari ke hari berikutnya.

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh staf BAZNAS Kota Balikpapan yang terus bekerja dalam berbagai peran. Dedikasi mereka mungkin tidak selalu terlihat di hadapan publik, tetapi menjadi bagian penting dari berjalannya pelayanan kepada umat. Setiap usaha, waktu, tenaga, dan perhatian yang diberikan merupakan bentuk pengabdian yang layak dihargai.

Dengan semangat merah putih, para staf BAZNAS Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan profesionalisme, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Semoga semangat kemerdekaan senantiasa menguatkan langkah dalam menjalankan amanah serta memberikan manfaat yang lebih luas. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Terus mengabdi, terus melayani, dan terus menghadirkan kebaikan untuk Kota Balikpapan. Merdeka!

17/08/2026 | Kontributor: Hasan
BAZNAS Kota Balikpapan Hadiri Pembukaan Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur

SAMARINDA – Seluruh pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan BAZNAS Strategic Development Pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur, Senin (10/8/2026). Pembukaan kegiatan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.

Kehadiran seluruh pimpinan BAZNAS Kota Balikpapan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pengelolaan zakat bersama BAZNAS Provinsi serta BAZNAS kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 10–13 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh 47 peserta yang berasal dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur serta BAZNAS kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Setelah agenda pembukaan di Pendopo Odah Etam, rangkaian Rakorda dan BAZNAS Strategic Development dilanjutkan di Hotel Harris Samarinda.

Forum ini menjadi wadah koordinasi, evaluasi, dan penguatan sinergi antarpimpinan BAZNAS di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakorda dilaksanakan untuk mengoordinasikan program sekaligus mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025.

Selain itu, para peserta bersama-sama merumuskan program kerja pada bidang pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, pengawasan, dan pelaporan pengelolaan zakat. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang memiliki peran penting dalam pengelolaan zakat di tingkat pusat maupun daerah.

Sejumlah narasumber dijadwalkan memberikan materi, di antaranya Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, serta Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si.

Materi juga dijadwalkan disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, S.HI., M.Si.

Melalui keikutsertaan seluruh pimpinan dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Balikpapan diharapkan dapat memperoleh berbagai masukan strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola zakat. Hasil Rakorda selanjutnya dapat menjadi pedoman dalam menyusun program yang tepat sasaran, memperkuat pelayanan kepada muzaki dan mustahik, serta memperluas manfaat zakat bagi kesejahteraan masyarakat.

Rakorda ini juga diharapkan menghasilkan keselarasan program dan langkah bersama agar pengelolaan zakat di Kalimantan Timur semakin profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

11/08/2026 | Kontributor: Hasan
BAZNAS Kota Balikpapan Tuntaskan Seleksi 100 Calon Peserta Pelatihan Security Gada Pratama

BALIKPAPAN – BAZNAS Kota Balikpapan kembali melaksanakan seleksi calon peserta Pelatihan Security Gada Pratama pada hari kedua, Kamis (6/8/2026). Seleksi yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Balikpapan ini diikuti oleh 50 calon peserta dengan nomor urut 51 hingga 100.

Pelaksanaan seleksi hari kedua merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang diikuti oleh calon peserta nomor urut 1 hingga 50. Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, seluruh rangkaian seleksi awal telah diikuti oleh total 100 calon peserta yang ingin memperoleh pembinaan dan pelatihan di bidang jasa pengamanan.

Seperti pada hari pertama, seluruh peserta mengikuti sejumlah tahapan pemeriksaan dan penilaian yang telah ditentukan. Tahapan tersebut meliputi pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan dan penglihatan, wawancara, pemeriksaan kelengkapan persyaratan, serta penilaian terhadap kesiapan fisik dan mental calon peserta.

Dalam pemeriksaan penglihatan, peserta diminta membaca huruf pada alat pemeriksaan mata dari jarak yang telah ditentukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan visual calon peserta karena penglihatan yang baik menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan tugas sebagai tenaga keamanan.

Para calon peserta juga mengikuti sesi wawancara untuk menggali informasi mengenai latar belakang, motivasi, pengalaman, kesiapan mengikuti pelatihan, serta komitmen mereka untuk bekerja secara disiplin dan profesional. Melalui sesi tersebut, tim seleksi dapat melihat sikap, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan kesungguhan masing-masing peserta.

Selain pemeriksaan teknis, aspek keagamaan kembali menjadi bagian dalam proses seleksi. Para peserta mendapatkan sejumlah pertanyaan mengenai pelaksanaan salat lima waktu dan pemahaman dasar mengenai bacaan salat. Penilaian tersebut menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter calon tenaga keamanan yang tidak hanya sehat dan terampil, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab.

Seluruh pimpinan BAZNAS Kota Balikpapan turut terlibat dalam proses seleksi bersama tim dari PT Berlian Putra Reksindo selaku vendor pelaksana Pelatihan Security Gada Pratama. Sinergi antara kedua pihak dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan tertib, objektif, dan sesuai dengan persyaratan program.

BAZNAS Kota Balikpapan berperan dalam melakukan penilaian dan pembinaan dari sisi karakter serta nilai-nilai keagamaan. Sementara itu, PT Berlian Putra Reksindo melakukan pemeriksaan terhadap aspek teknis, kondisi fisik, dan kesiapan peserta untuk mengikuti pelatihan serta memasuki dunia kerja di bidang jasa pengamanan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti seluruh tahapan dengan tertib dan penuh semangat. Mereka menunggu giliran pemeriksaan serta wawancara sesuai nomor urut dan arahan yang diberikan oleh panitia. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya harapan peserta untuk memperoleh keterampilan, meningkatkan kompetensi, dan membuka peluang kerja yang lebih baik.

Pelatihan Security Gada Pratama merupakan salah satu bentuk program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan BAZNAS Kota Balikpapan. Program ini tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat sementara, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi.

Melalui pelatihan tersebut, peserta nantinya akan dibekali pengetahuan mengenai tugas dan fungsi satuan pengamanan, kedisiplinan, etika profesi, komunikasi, pelayanan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi di lingkungan kerja. Pembinaan juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan membentuk karakter peserta agar siap bekerja secara profesional.

Setelah seluruh rangkaian seleksi terhadap 100 calon peserta selesai dilaksanakan, hasil penilaian akan menjadi dasar dalam menentukan peserta yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahap pembinaan dan pelatihan selanjutnya.

BAZNAS Kota Balikpapan berharap program Pelatihan Security Gada Pratama dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para peserta dan keluarganya. Peserta yang terpilih diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi tenaga keamanan yang sehat, disiplin, amanah, tangguh, terampil, dan bertanggung jawab.

Program tersebut sekaligus menjadi wujud pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan yang layak, dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga menuju kehidupan yang lebih mandiri.

06/08/2026 | Kontributor: Hasan
BAZNAS Kota Balikpapan Seleksi 50 Calon Peserta Pelatihan Security Gada Pratama

BALIKPAPAN – Sebanyak 50 calon peserta pelatihan Security Gada Pratama mengikuti seleksi tahap awal yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penjaringan peserta yang akan memperoleh pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan serta membuka peluang kerja di bidang jasa pengamanan.

Seleksi tersebut merupakan gelombang pertama dari dua gelombang yang direncanakan. Setelah seluruh rangkaian seleksi tahap pertama selesai, kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan untuk 50 calon peserta lainnya. Dengan demikian, jumlah keseluruhan peserta yang akan mengikuti program pembinaan Security Gada Pratama mencapai 100 orang.

Seluruh pimpinan BAZNAS Kota Balikpapan turut terlibat secara langsung dalam proses seleksi awal. Keterlibatan para pimpinan merupakan bentuk keseriusan BAZNAS dalam memastikan calon peserta yang mengikuti program tidak hanya memenuhi persyaratan fisik dan administratif, tetapi juga mempunyai kesiapan mental, kedisiplinan, serta pemahaman keagamaan yang baik.

Pada tahap ini, para calon peserta mendapatkan sejumlah pertanyaan mengenai pelaksanaan salat lima waktu. Mereka juga diminta menunjukkan pemahaman mengenai bacaan-bacaan salat. Penilaian tersebut dilakukan untuk mengetahui kebiasaan beribadah dan dasar pemahaman agama setiap calon peserta.

Aspek spiritual menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan. Seorang petugas keamanan tidak hanya membutuhkan fisik yang sehat dan kuat, tetapi juga harus memiliki kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta integritas dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh dari kesadaran beragama dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan kerja.

Selain melibatkan seluruh pimpinan BAZNAS Kota Balikpapan, proses seleksi juga didukung oleh vendor pelaksana, yaitu PT Berlian Putra Reksindo. Tim dari PT Berlian Putra Reksindo turut mengambil peran dalam melakukan penilaian terhadap kesiapan para calon peserta dari sisi teknis dan persyaratan dasar untuk mengikuti pelatihan Security Gada Pratama.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan, tes penglihatan, serta wawancara. Pengukuran tinggi badan bertujuan memastikan calon peserta memenuhi kriteria fisik yang telah ditetapkan. Sementara itu, pemeriksaan penglihatan dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kemampuan visual peserta yang nantinya sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas pengamanan.

Dalam sesi wawancara, para calon peserta ditanya mengenai latar belakang, motivasi, kesiapan mengikuti seluruh proses pelatihan, serta komitmen mereka untuk bekerja secara profesional. Wawancara juga menjadi sarana untuk melihat kemampuan berkomunikasi, sikap, kepercayaan diri, kesungguhan, dan kedisiplinan masing-masing peserta.

Selama proses seleksi berlangsung, para peserta mengikuti setiap tahapan dengan tertib dan penuh semangat. Mereka hadir dengan mengenakan pakaian yang telah ditentukan serta menunggu giliran pemeriksaan dan wawancara sesuai arahan panitia. Antusiasme para peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh keterampilan dan kesempatan kerja melalui program pelatihan tersebut.

Program pembinaan Security Gada Pratama ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para peserta. Melalui pelatihan yang terarah, mereka nantinya akan dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai satuan pengamanan, termasuk pemahaman mengenai tugas dan fungsi keamanan, kedisiplinan, etika profesi, komunikasi, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan kerja.

Pelatihan ini bukan hanya berorientasi pada kelulusan peserta, tetapi juga diarahkan untuk membentuk sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja. Setelah menjalani pembinaan, para peserta diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik, kepercayaan diri yang meningkat, serta kompetensi yang dapat menjadi bekal dalam memperoleh pekerjaan.

Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk upaya BAZNAS Kota Balikpapan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS diupayakan memberikan dampak produktif, salah satunya melalui program peningkatan kompetensi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui pendekatan produktif, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan dan kemandirian ekonomi. Pembinaan keterampilan kerja diharapkan dapat membantu peserta memiliki penghasilan yang layak, memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, serta menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Sinergi antara BAZNAS Kota Balikpapan dan PT Berlian Putra Reksindo menjadi bagian penting dalam memastikan proses seleksi dan pelatihan berjalan secara terukur. BAZNAS berperan dalam pembinaan karakter dan nilai keagamaan, sedangkan pihak vendor memberikan penilaian teknis sesuai kebutuhan bidang jasa pengamanan.

Setelah seleksi terhadap 50 calon peserta pada gelombang pertama, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan seleksi gelombang kedua bagi 50 calon peserta lainnya. Seluruh peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan mengikuti proses pembinaan sesuai ketentuan program.

BAZNAS Kota Balikpapan berharap program ini dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan tenaga keamanan yang disiplin, amanah, sehat, terampil, dan profesional. Para peserta juga diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar kesempatan yang diberikan dapat menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik dan mandiri.

05/08/2026 | Kontributor: Hasan

Berita Terbaru

Menebar Kebaikan di Hari Jumat Melalui Sedekah
Menebar Kebaikan di Hari Jumat Melalui Sedekah
Hari Jumat sering dianggap sebagai momen istimewa untuk melakukan berbagai kebaikan. Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, Jumat menjadi pengingat sederhana bahwa masih ada ruang untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Salah satu cara yang paling mudah dan bermakna adalah melalui sedekah. Sedekah bukanlah tentang seberapa besar nilai yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan niat baik di dalamnya. Bahkan hal kecil sekalipun, jika dilakukan dengan tulus, dapat memberikan dampak yang besar bagi orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin tidak selalu menyadari bahwa bantuan sederhana yang kita berikan bisa menjadi harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan. Selain membantu meringankan beban orang lain, sedekah juga menjadi cara untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial. Dengan berbagi, kita belajar untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar dan memahami bahwa setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing. Dari sinilah muncul rasa empati yang mempererat hubungan antar sesama. Di sisi lain, sedekah juga memberikan ketenangan tersendiri bagi yang melakukannya. Ada rasa bahagia dan lega ketika kita mampu berbagi, sekecil apa pun itu. Hal ini bukan karena nilai materi yang diberikan, tetapi karena adanya kesadaran bahwa kita telah melakukan sesuatu yang bermanfaat. Kebaikan yang kita tebarkan sering kali kembali dalam bentuk yang tidak terduga, baik berupa kemudahan dalam urusan, ketenangan hati, maupun hubungan sosial yang lebih baik. Momentum Jumat menjadi waktu yang tepat untuk memulai atau menguatkan kebiasaan baik ini. Tidak perlu menunggu kondisi sempurna atau jumlah yang besar. Justru dari langkah kecil yang konsisten, kebaikan dapat terus mengalir dan memberikan manfaat yang luas. Sedekah di hari Jumat bisa menjadi pengingat rutin bahwa berbagi adalah bagian penting dari kehidupan. Melalui berbagai program yang ada, sedekah yang disalurkan juga dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Dengan cara yang terorganisir, bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih besar. Inilah yang membuat sedekah tidak hanya menjadi amalan pribadi, tetapi juga gerakan bersama dalam membangun kepedulian sosial. Akhirnya, sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun nilai-nilai kebaikan dalam diri. Di hari Jumat yang penuh makna ini, mari kita sempatkan untuk berbagi, sekecil apa pun itu. Karena dari kebaikan sederhana, kita bisa menghadirkan perubahan yang berarti bagi sesama. Nomor Rekening BAZNAS Kota Balikpapan: BSI / Mandiri Syariah: 3000.200.505 Maybank Syariah: 272.877.7777 BNI Syariah: 818.818.0080 BSI / BRI: 102.321.4713 A.N BAZNAS KOTA BALIKPAPAN
BERITA10/04/2026 | Hasan
Penguatan Pelayanan PPID se BAZNAS Kalimantan Timur
Penguatan Pelayanan PPID se BAZNAS Kalimantan Timur
Samarinda — Dalam upaya meningkatkan keterbukaan informasi publik dan memperkuat transparansi kepada masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) terkait Pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Kegiatan ini berlangsung di kantor BAZNAS Kalimantan Timur di Samarinda dan dihadiri oleh perwakilan BAZNAS dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Acara ini menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan informasi publik. PPID memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa informasi yang dimiliki oleh lembaga dapat diakses secara cepat, tepat, dan akurat oleh masyarakat sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi publik. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan terkait regulasi keterbukaan informasi, tata kelola dokumentasi, serta mekanisme pelayanan informasi kepada publik. Selain itu, dibahas pula tantangan yang dihadapi dalam implementasi PPID di masing-masing daerah, termasuk bagaimana menjawab permintaan informasi masyarakat secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kepala BAZNAS Kalimantan Timur dalam sambutannya menekankan pentingnya transparansi sebagai bentuk akuntabilitas lembaga pengelola zakat. Ia menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan aset utama yang harus dijaga melalui pelayanan informasi yang terbuka dan responsif. Dengan adanya penguatan PPID, diharapkan seluruh BAZNAS di tingkat kabupaten dan kota mampu memberikan layanan informasi yang berkualitas dan terpercaya. Diskusi interaktif juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, di mana peserta saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan informasi. Hal ini diharapkan dapat memperkaya wawasan serta memperkuat sinergi antar BAZNAS di wilayah Kalimantan Timur. Melalui kegiatan bimtek ini, BAZNAS Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam aspek keterbukaan informasi. Dengan pengelolaan PPID yang optimal, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi terkait pengelolaan zakat, sehingga mendorong partisipasi dan kepercayaan publik yang lebih besar terhadap lembaga. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang transparan, profesional, dan akuntabel, sejalan dengan semangat pelayanan kepada umat dan masyarakat luas.
BERITA09/04/2026 | Hasan
Melanjutkan Kebaikan: Keutamaan Puasa Syawal
Melanjutkan Kebaikan: Keutamaan Puasa Syawal
Ramadhan telah berlalu, namun semangat ibadah seharusnya tidak ikut berakhir. Justru setelah Ramadhan, kita diuji: apakah kita mampu mempertahankan kebiasaan baik yang sudah dibangun selama sebulan penuh. Salah satu amalan yang dianjurkan untuk menjaga semangat tersebut adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah yang terkandung di dalamnya, meskipun hanya dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Lebih dari sekadar pahala, puasa Syawal juga menjadi tanda diterimanya ibadah Ramadhan. Para ulama menjelaskan bahwa salah satu ciri amal yang diterima adalah ketika seseorang dimudahkan untuk melakukan kebaikan berikutnya. Jika setelah Ramadhan kita masih diberi kemampuan untuk berpuasa, bersedekah, dan beribadah, itu adalah tanda bahwa Allah masih membuka pintu kebaikan bagi kita. Selain itu, puasa Syawal juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Setelah menjalani ibadah di bulan Ramadhan, kita tidak langsung kembali pada kebiasaan lama, tetapi justru melanjutkan dengan amalan sunnah. Ini menunjukkan bahwa ibadah bukan hanya rutinitas musiman, melainkan bagian dari kehidupan seorang muslim. Namun, yang terpenting dari semua ini adalah nilai istiqomah. Tidak harus langsung sempurna, tidak perlu terburu-buru. Puasa Syawal bisa dilakukan secara bertahap, sesuai kemampuan. Yang penting adalah niat untuk terus menjaga kedekatan dengan Allah dan tidak berhenti pada satu momentum saja. Mari kita jadikan bulan Syawal sebagai awal dari konsistensi baru dalam beribadah. Karena sejatinya, yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit. Dengan menjaga semangat setelah Ramadhan, kita berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya di satu bulan, tetapi sepanjang hidup.
BERITA01/04/2026 | Hasan
Sucikan Hati, Eratkan Silaturahmi di Hari Fitri
Sucikan Hati, Eratkan Silaturahmi di Hari Fitri
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang penuh makna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadan, kini saatnya kita merayakan kemenangan dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur. Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama. Selama bulan Ramadan, umat Muslim telah dilatih untuk meningkatkan ketakwaan, menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, serta memperbanyak amal ibadah seperti sedekah dan zakat. Nilai-nilai inilah yang seharusnya terus kita jaga dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah Ramadan berlalu. Semangat berbagi, kepedulian terhadap sesama, serta keikhlasan dalam berbuat kebaikan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera. BAZNAS Kota Balikpapan sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah terus berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik. Melalui berbagai program yang telah dijalankan, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan serta meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Momentum Idul Fitri ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Di hari yang fitri ini, mari kita saling memaafkan, melupakan segala khilaf dan kesalahan, serta membuka lembaran baru dengan hati yang lebih bersih. Semoga kebahagiaan dan keberkahan senantiasa menyertai langkah kita ke depan, serta menjadikan kita pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Akhir kata, kami keluarga BAZNAS Kota Balikpapan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada kita semua.
BERITA20/03/2026 | Hasan
Lailatul Qadar: Malam Penuh Kemuliaan
Lailatul Qadar: Malam Penuh Kemuliaan
Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang paling istimewa dalam bulan suci Ramadan. Malam ini dikenal sebagai malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bahkan disebut lebih baik daripada seribu bulan. Keutamaan ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an pada Surah Al-Qadr, yang menggambarkan betapa agungnya malam tersebut bagi umat Islam yang beribadah dengan penuh keikhlasan. Secara bahasa, Lailatul Qadar berarti malam penetapan atau malam kemuliaan. Pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Peristiwa besar ini menjadi awal dari petunjuk bagi umat manusia menuju jalan yang benar. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir bulan Ramadan dengan harapan dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar. Dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29. Pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan kedamaian bagi orang-orang yang beribadah. Malam itu dipenuhi ketenangan hingga terbit fajar. Keutamaan Lailatul Qadar sangat luar biasa. Amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar delapan puluh tiga tahun. Artinya, satu malam ibadah yang dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan dapat memberikan pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT. Inilah kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta melaksanakan salat malam. Selain itu, Lailatul Qadar juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki akhlak, meningkatkan keimanan, serta memperbanyak amal kebaikan. Pada malam-malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca ketika mencari Lailatul Qadar adalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”, yang artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Doa ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia membutuhkan ampunan dan kasih sayang dari Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan sebaik-baiknya. Perbanyak ibadah, sedekah, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar dan mendapatkan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT. Semoga Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai Ramadan dapat terus kita jaga bahkan setelah bulan suci ini berakhir.
BERITA14/03/2026 | Hasan
BAZNAS Balikpapan Terima Zakat dari PT Rachmat Land
BAZNAS Balikpapan Terima Zakat dari PT Rachmat Land
Pada Kamis pagi, 12 Maret, suasana hangat penuh silaturahmi terasa di kantor PT Rachmat Land saat perwakilan BAZNAS Kota Balikpapan hadir untuk menerima penyerahan zakat dari perusahaan tersebut. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA ini menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pengelola zakat dalam menebar manfaat bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Balikpapan, Abdul Rosyid Bustomi, S.Pd., M.Pd hadir langsung untuk menerima penyerahan zakat. Beliau didampingi oleh Anwar Arifin Pinem, SP., M.E selaku Wakil Ketua III BAZNAS Kota Balikpapan, serta satu orang staf BAZNAS yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran BAZNAS ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus komitmen untuk menjaga amanah dalam pengelolaan zakat yang dipercayakan oleh para muzakki. Penyerahan zakat ini juga menjadi bukti nyata komitmen PT Rachmat Land dalam menunaikan kewajiban sosial dan keagamaannya melalui lembaga resmi pengelola zakat. Tahun ini merupakan tahun kedua perusahaan tersebut menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Kota Balikpapan. Sebelumnya, pada tahun lalu, PT Rachmat Land juga telah menyalurkan zakat melalui BAZNAS sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Pihak PT Rachmat Land menyambut hangat kedatangan tim BAZNAS Kota Balikpapan. Dua perwakilan perusahaan turut hadir dalam proses penyerahan zakat tersebut. Momen ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan diskusi ringan mengenai pentingnya pengelolaan zakat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS Kota Balikpapan, Abdul Rosyid Bustomi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PT Rachmat Land atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada BAZNAS dalam menyalurkan zakat perusahaan. Menurut beliau, dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta, sangat penting untuk memperkuat peran zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendorong kesejahteraan umat. Lebih lanjut, beliau berharap sinergi yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS, maka potensi zakat dapat dikelola secara lebih optimal untuk mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Balikpapan. Kegiatan penyerahan zakat ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan lembaga zakat mampu menghadirkan dampak positif yang luas bagi masyarakat. Semoga langkah baik yang dilakukan oleh PT Rachmat Land ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain untuk turut menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
BERITA13/03/2026 | Hasan
Kadar Zakat Fitrah dan Fidyah Kota Balikpapan Tahun 1446 H / 2026 M
Kadar Zakat Fitrah dan Fidyah Kota Balikpapan Tahun 1446 H / 2026 M
BAZNAS Kota Balikpapan bersama Kementerian Agama Kota Balikpapan telah menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah Kota Balikpapan pada tahun 1446 Hijriah atau 2026 Masehi. Penetapan ini mengacu pada Surat Keputusan Kementerian Agama Kota Balikpapan Nomor 63 Tahun 2026 yang menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat selama bulan Ramadhan. Berdasarkan keputusan tersebut, zakat fitrah yang ditunaikan dalam bentuk beras ditetapkan sebanyak 3 kilogram beras per jiwa. Selain itu, masyarakat juga dapat menunaikan zakat fitrah dalam bentuk uang yang disesuaikan dengan harga beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Adapun besaran zakat fitrah dalam bentuk uang terbagi menjadi tiga kategori. Kategori pertama sebesar Rp54.000 per jiwa, yang diperuntukkan bagi masyarakat yang mengonsumsi beras dengan kualitas atau harga tertinggi. Kategori kedua sebesar Rp48.000 per jiwa, bagi masyarakat yang mengonsumsi beras dengan harga menengah. Sementara kategori ketiga sebesar Rp42.000 per jiwa, diperuntukkan bagi masyarakat yang mengonsumsi beras dengan harga lebih rendah. Selain zakat fitrah, juga ditetapkan besaran fidyah sebesar Rp30.000 per hari per jiwa. Fidyah ini diperuntukkan bagi orang yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan karena kondisi tertentu sesuai dengan ketentuan syariat. BAZNAS Kota Balikpapan mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah dan fidyah melalui lembaga resmi agar dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang berhak menerima. Dengan menunaikan zakat, diharapkan dapat membantu meringankan beban sesama serta memperkuat semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.
BERITA10/03/2026 | Hasan
Wali Kota Balikpapan Salurkan Zakat Melalui BAZNAS
Wali Kota Balikpapan Salurkan Zakat Melalui BAZNAS
Balikpapan – Wali Kota Balikpapan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan pada Jumat (6/3). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan zakat secara terorganisir serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Balikpapan secara langsung menyerahkan zakatnya kepada BAZNAS Kota Balikpapan. Penyerahan zakat tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Balikpapan yang didampingi oleh jajaran staf BAZNAS. Prosesi ini menjadi simbol kepedulian serta komitmen pimpinan daerah dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Momentum ini juga menjadi contoh dan ajakan bagi para pejabat serta aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan untuk turut menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga yang terpercaya, pengelolaan dana zakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih transparan, profesional, dan tepat sasaran. BAZNAS Kota Balikpapan sendiri terus berupaya meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun nantinya akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Melalui penyaluran zakat melalui BAZNAS, diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Balikpapan.
BERITA06/03/2026 | Hasan
Pesantren Ramadhan BAZNAS Balikpapan 2026
Pesantren Ramadhan BAZNAS Balikpapan 2026
Kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan selama dua hari, pada tanggal 25–26 Februari 2026, berlangsung dengan penuh semangat dan keberkahan di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kota Balikpapan dan TP PKK Kota Balikpapan, serta disponsori penuh oleh BAZNAS Kota Balikpapan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembinaan generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. Mengusung tema “Upgrade Iman & Karakter Keluarga di Era Digital Menuju Generasi Emas 2045”, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan spiritual dan karakter bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan era digital yang semakin pesat. Tema tersebut diangkat sebagai pengingat pentingnya peran keluarga dan pendidikan keagamaan dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak menuju Indonesia Emas 2045. Sebanyak 102 siswa dan siswi tingkat SMP se-Kota Balikpapan dengan rentang usia 13–15 tahun turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan spiritual yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman keislaman, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak usia dini. Suasana kebersamaan dan antusiasme terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, mulai dari sesi pembinaan akhlak, pembelajaran keagamaan, hingga aktivitas kebersamaan yang mempererat ukhuwah di antara para peserta. Pesantren Ramadhan ini menjadi wadah positif bagi para pelajar untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan yang bermanfaat dan inspiratif. Selain memperdalam ilmu agama, para peserta juga diajak untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi BAZNAS Kota Balikpapan dalam membangun masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Melalui dukungan penuh dari BAZNAS Kota Balikpapan sebagai sponsor utama, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para peserta. Tidak hanya menjadi pengalaman berharga selama Ramadhan, tetapi juga menjadi bekal dalam membentuk generasi muda Balikpapan yang berakhlak, berilmu, dan siap menjadi penerus bangsa yang membawa kebaikan di masa depan.
BERITA25/02/2026 | Hasan
Ramadhan: Bulan Penuh Cahaya, Ampunan, dan Kesempatan Memperbaiki Diri
Ramadhan: Bulan Penuh Cahaya, Ampunan, dan Kesempatan Memperbaiki Diri
Ramadhan adalah bulan yang selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat ini bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum terbaik untuk memperbaiki diri, mendekatkan hati kepada Allah SWT, serta memperbanyak amal kebaikan. Ramadhan ibarat tamu istimewa yang datang hanya sekali dalam setahun, membawa kesempatan emas bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan. Allah SWT menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang sangat mulia. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan ini dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap muslim memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya melalui berbagai amalan, doa, dan ibadah. Makna Puasa Ramadhan :Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Namun puasa tidak hanya bermakna menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa mengajarkan kita untuk menahan hawa nafsu, menjaga lisan, mengendalikan emosi, serta meningkatkan kesabaran. Melalui puasa, kita diajak merasakan bagaimana kondisi saudara-saudara kita yang kekurangan. Rasa lapar dan haus menjadi pengingat untuk lebih bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Puasa juga menjadi sarana membersihkan jiwa dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, dan sombong. Rasulullah SAW bersabda bahwa banyak orang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Hal ini mengingatkan bahwa kualitas puasa sangat bergantung pada kesungguhan kita menjaga hati, lisan, dan perbuatan selama berpuasa. Amalan Utama di Bulan Ramadhan Agar Ramadhan menjadi lebih bermakna, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. 1. Memperbanyak membaca Al-Qur’an Ramadhan dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Oleh karena itu, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an menjadi amalan utama. Banyak ulama yang menargetkan khatam Al-Qur’an minimal satu kali selama Ramadhan. Membaca Al-Qur’an tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menenangkan hati dan memperkuat iman. 2. Shalat Tarawih Shalat tarawih adalah ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan. Dilaksanakan setelah shalat Isya, tarawih menjadi momen kebersamaan umat Islam dalam beribadah. Selain mendapatkan pahala, tarawih juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat spiritual. 3. Memperbanyak sedekah Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan di bulan Ramadhan. Sedekah tidak selalu berupa materi, tetapi juga bisa berupa senyuman, bantuan tenaga, atau kata-kata yang baik. 4. I’tikaf di masjid I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Biasanya dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadar. I’tikaf membantu kita fokus beribadah dan menjauhkan diri dari kesibukan dunia. 5. Menjaga lisan dan akhlak Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki akhlak. Menjaga lisan dari perkataan buruk, menghindari pertengkaran, serta memperbanyak dzikir dan istighfar adalah amalan yang sangat dianjurkan. Doa-Doa di Bulan Ramadhan : Ramadhan juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Setiap muslim dianjurkan memperbanyak doa, terutama saat menjelang berbuka puasa dan di sepertiga malam. Doa berbuka puasa:“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu.”Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Doa memohon ampunan:“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku. Selain itu, kita juga dianjurkan memperbanyak istighfar, dzikir, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Doa-doa yang dipanjatkan dengan hati yang tulus akan mendatangkan ketenangan dan harapan. Keutamaan Lailatul Qadar : Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut nilainya setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun. Lailatul Qadar biasanya dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa pada malam-malam tersebut. Menjadikan Ramadhan sebagai Momentum Perubahan : Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kebiasaan baik. Kebiasaan bangun malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menjaga akhlak hendaknya tidak berhenti setelah Ramadhan berakhir. Bulan Ramadhan juga mengajarkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan keikhlasan. Kita diajak untuk lebih peduli kepada sesama, membantu yang membutuhkan, serta mempererat silaturahmi. Jika Ramadhan dijalani dengan penuh kesungguhan, maka setelahnya kita akan menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih dekat dengan Allah SWT. Inilah tujuan utama Ramadhan: membentuk insan yang bertakwa. Penutup : Ramadhan adalah bulan penuh cahaya dan ampunan. Setiap detiknya adalah kesempatan untuk mengumpulkan pahala dan memperbaiki diri. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa makna. Isi hari-harinya dengan ibadah, doa, sedekah, dan amal kebaikan. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga setiap amal yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat. Selamat menyambut dan menjalani bulan suci Ramadhan. Semoga hati kita dipenuhi cahaya keimanan dan keberkahan. Aamiin.
BERITA21/02/2026 | Hasan
Cahaya Qolbu: Menemani Sore Ramadhan Bersama Balikpapan TV dan BAZNAS Kota Balikpapan
Cahaya Qolbu: Menemani Sore Ramadhan Bersama Balikpapan TV dan BAZNAS Kota Balikpapan
Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Bulan penuh berkah ini menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, memperkuat silaturahmi, serta memperdalam ilmu agama. Menghadirkan semangat tersebut, Cahaya Qolbu hadir sebagai program spesial Ramadhan yang tayang setiap hari selama bulan suci, mulai pukul 17.00 hingga 18.00 WITA, menemani pemirsa setia Balikpapan TV menjelang waktu berbuka puasa. Program ini merupakan kolaborasi inspiratif antara BAZNAS Kota Balikpapan dan Balikpapan TV, yang bertujuan memberikan pencerahan rohani sekaligus edukasi keislaman kepada masyarakat. Mengangkat tema-tema aktual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, Cahaya Qolbu menjadi ruang refleksi sekaligus penguat iman di tengah kesibukan aktivitas masyarakat. Yang istimewa, pengisi tausiyah dalam program ini adalah Pimpinan dan Wakil Pimpinan BAZNAS Kota Balikpapan. Dengan pengalaman, kompetensi, dan pemahaman mendalam tentang keislaman serta pengelolaan zakat, para narasumber tidak hanya menyampaikan materi ceramah yang menyejukkan, tetapi juga memberikan wawasan tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah dalam membangun kesejahteraan umat. Setiap episode menghadirkan pembahasan yang beragam, mulai dari makna keikhlasan dalam beribadah, keutamaan berbagi di bulan Ramadhan, memperbaiki kualitas shalat, hingga membangun kepedulian sosial melalui zakat. Disampaikan dengan bahasa yang ringan, santun, dan mudah dipahami, materi yang dibawakan mampu menyentuh hati serta memberikan motivasi spiritual bagi para pemirsa. Tidak hanya ceramah, Cahaya Qolbu juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif. Pemirsa dapat mengirimkan pertanyaan seputar fiqih Ramadhan, zakat, permasalahan ibadah, maupun persoalan sosial keagamaan lainnya. Sesi ini menjadi ruang dialog yang mempererat hubungan antara narasumber dan masyarakat, sekaligus memberikan solusi atas berbagai pertanyaan yang sering muncul di tengah kehidupan sehari-hari. Menjelang waktu berbuka, suasana program semakin terasa khidmat dan penuh ketenangan. Cahaya Qolbu menjadi teman setia yang tidak hanya mengisi waktu, tetapi juga memperkaya ruhani, menambah ilmu, dan menumbuhkan semangat berbagi. Melalui program ini, diharapkan Ramadhan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Saksikan Cahaya Qolbu setiap hari selama bulan Ramadhan, pukul 17.00–18.00 WITA, hanya di Balikpapan TV. Mari bersama menebarkan kebaikan dan menghadirkan cahaya di dalam qolbu kita.
BERITA19/02/2026 | Hasan
Fidyah dalam Islam: Keringanan yang Penuh Hikmah dan Kepedulian
Fidyah dalam Islam: Keringanan yang Penuh Hikmah dan Kepedulian
Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah baligh, berakal, dan mampu menjalankannya. Ibadah ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga sarana melatih kesabaran, ketakwaan, serta empati terhadap sesama. Namun, dalam ajaran Islam, Allah tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan. Karena itu, bagi sebagian orang yang benar-benar tidak sanggup berpuasa dan tidak memiliki harapan untuk menggantinya di hari lain, terdapat keringanan yang disebut fidyah. Fidyah secara bahasa berarti tebusan. Dalam konteks puasa, fidyah adalah bentuk pengganti kewajiban puasa Ramadan yang tidak dapat dilaksanakan karena uzur tertentu yang bersifat permanen atau sangat berat. Keringanan ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang realistis dan penuh rahmat. Golongan yang wajib membayar fidyah umumnya adalah orang tua renta yang sudah tidak kuat lagi berpuasa serta penderita sakit kronis yang kecil kemungkinan untuk sembuh. Mereka tidak diwajibkan mengganti puasa di hari lain karena kondisi fisiknya memang tidak memungkinkan. Sebagai gantinya, mereka membayar fidyah untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Selain itu, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai ibu hamil dan menyusui yang tidak berpuasa karena khawatir terhadap keselamatan diri atau bayinya. Sebagian ulama berpendapat cukup mengganti puasa (qadha), sementara sebagian lainnya mewajibkan qadha disertai fidyah, terutama jika kekhawatiran tersebut berkaitan dengan kondisi bayi. Oleh karena itu, penting untuk memahami pendapat yang diikuti dan berkonsultasi kepada ahli agama agar tidak keliru dalam pelaksanaannya. Adapun bentuk fidyah adalah memberi makan kepada fakir atau miskin. Ukurannya umumnya satu mud bahan makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, yang setara kurang lebih 6–7 ons beras. Ada pula yang membolehkan memberikan makanan siap santap atau sejumlah uang yang nilainya setara dengan satu porsi makan layak, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Yang terpenting, fidyah benar-benar diberikan kepada orang yang berhak dan diniatkan sebagai pengganti kewajiban puasa. Waktu pembayaran fidyah bisa dilakukan setiap hari selama Ramadan ketika tidak berpuasa, atau dikumpulkan dan dibayarkan sekaligus di akhir bulan. Sebagian ulama juga membolehkan membayarnya sebelum Ramadan jika sudah dipastikan tidak mampu berpuasa. Namun, untuk kehati-hatian, banyak yang memilih menunaikannya setelah hari puasa yang ditinggalkan benar-benar terjadi. Di balik ketentuan fidyah, terdapat hikmah yang mendalam. Pertama, Islam mengajarkan keseimbangan antara kewajiban dan kemampuan. Tidak ada paksaan bagi mereka yang secara fisik benar-benar tidak mampu. Kedua, fidyah memiliki dimensi sosial yang kuat. Dengan memberi makan fakir miskin, semangat Ramadan tetap hidup dalam bentuk kepedulian dan berbagi. Orang yang tidak berpuasa tetap dapat merasakan nilai ibadah melalui kontribusi sosialnya. Fidyah juga menjadi pengingat bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif. Setiap kewajiban yang memiliki keringanan tetap diarahkan agar membawa manfaat bagi masyarakat luas. Dengan demikian, nilai solidaritas dan empati semakin tumbuh. Memahami fidyah secara benar membantu kita menjalankan ajaran agama dengan bijak dan penuh kesadaran. Jangan sampai keringanan ini disalahpahami sebagai kemudahan tanpa aturan. Justru di dalamnya terdapat tanggung jawab moral dan spiritual yang tetap harus dijaga. Pada akhirnya, fidyah adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Ia memberi ruang bagi keterbatasan manusia tanpa menghilangkan nilai ibadah. Di setiap aturan, selalu ada hikmah yang menunjukkan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya.
BERITA12/02/2026 | Hasan
Dirgahayu Kota Balikpapan ke-129: Harmoni Menuju Kota Global
Dirgahayu Kota Balikpapan ke-129: Harmoni Menuju Kota Global
Tanggal 10 Februari 2026 menjadi momen istimewa bagi seluruh masyarakat Kota Balikpapan. Kota yang dikenal sebagai gerbang Kalimantan Timur ini genap berusia 129 tahun sejak berdiri pada 10 Februari 1897. Lebih dari satu abad perjalanan telah dilalui Balikpapan dengan berbagai dinamika, tantangan, dan pencapaian yang membanggakan. Balikpapan tumbuh dari sebuah kota minyak menjadi kota jasa dan perdagangan yang strategis. Perkembangannya tidak hanya ditandai oleh kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga oleh kuatnya nilai harmoni antarwarga. Keberagaman suku, budaya, dan latar belakang menjadi kekuatan utama yang membentuk Balikpapan sebagai kota yang aman, nyaman, dan inklusif. Mengusung tema “Harmoni Menuju Kota Global”, peringatan HUT ke-129 ini menjadi refleksi bersama bahwa kemajuan kota harus dibangun di atas kolaborasi, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Balikpapan memiliki peran strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta kesejahteraan masyarakat. Di tengah pesatnya pembangunan, nilai-nilai sosial seperti gotong royong, kepedulian terhadap sesama, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan harus terus dijaga. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Balikpapan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Momentum hari jadi ini diharapkan menjadi penguat semangat seluruh elemen kota untuk bersama-sama menjaga harmoni dan mempercepat langkah menuju Balikpapan sebagai kota global yang berkarakter. Dengan doa, kerja keras, dan kebersamaan, Balikpapan akan terus tumbuh sebagai kota yang membawa keberkahan, kebanggaan, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dirgahayu Kota Balikpapan ke-129. Mari terus melangkah maju, dalam harmoni dan keberkahan.
BERITA10/02/2026 | Hasan
Kunjungan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dalam Rangka Koordinasi dan Kolaborasi Program Pendayagunaan
Kunjungan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dalam Rangka Koordinasi dan Kolaborasi Program Pendayagunaan
BAZNAS Kota Balikpapan menerima kunjungan dari Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur bersama Wakil Ketua III dalam rangka memperkuat koordinasi dan kolaborasi program pendayagunaan. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah strategis antara BAZNAS tingkat provinsi dan daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, berbagai agenda dibahas, mulai dari evaluasi program yang telah berjalan hingga rencana pengembangan program pendayagunaan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi umat. Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan menekankan pentingnya sinergi antar lembaga guna memastikan setiap program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta berkelanjutan. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi program yang telah dijalankan oleh BAZNAS Kota Balikpapan, khususnya dalam bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, Wakil Ketua III turut memberikan masukan terkait strategi penguatan program pendayagunaan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi para penerima manfaat. Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih solid antara BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kota Balikpapan. Kolaborasi yang baik diyakini dapat mendorong lahirnya program-program unggulan yang tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga berorientasi pada kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kota Balikpapan menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan dan penguatan kelembagaan. Ke depan, sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dan BAZNAS Kota Balikpapan diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi program pendayagunaan yang berdampak nyata serta menjadi solusi dalam menjawab kebutuhan sosial ekonomi masyarakat di Kalimantan Timur.
BERITA04/02/2026 | Hasan
Silaturahmi Tim Penggerak PKK Terkait Usulan Kegiatan Pesantren Ramadhan
Silaturahmi Tim Penggerak PKK Terkait Usulan Kegiatan Pesantren Ramadhan
BAZNAS Kota Balikpapan menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Tim Penggerak PKK yang membahas usulan pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara lembaga masyarakat dan institusi sosial keagamaan dalam menghadirkan program pembinaan spiritual bagi generasi muda. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, berbagai gagasan disampaikan terkait konsep kegiatan Pesantren Ramadhan yang diharapkan mampu memberikan manfaat edukatif, religius, serta membangun karakter positif di tengah masyarakat. Usulan yang dibahas meliputi kegiatan pembinaan akhlak, peningkatan pemahaman keagamaan, serta aktivitas sosial yang dapat melibatkan anak-anak dan remaja selama bulan suci Ramadhan. Perwakilan PKK menyampaikan harapan agar program Pesantren Ramadhan dapat menjadi wadah pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek ibadah, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama. Sinergi dengan BAZNAS Kota Balikpapan diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program melalui dukungan kolaboratif yang berkelanjutan. BAZNAS Kota Balikpapan menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan. Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan, diharapkan tercipta generasi yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta mampu menjadi agen kebaikan di lingkungannya. Silaturahmi ini juga menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi dan perencanaan program yang lebih matang ke depan. Dengan kolaborasi yang baik antara PKK dan BAZNAS, kegiatan Pesantren Ramadhan diharapkan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Kota Balikpapan, khususnya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
BERITA04/02/2026 | Hasan
Usulan Pengolahan Pupuk Organik di Kelurahan Teritip
Usulan Pengolahan Pupuk Organik di Kelurahan Teritip
BAZNAS Kota Balikpapan bersama Dinas Pertanian dan Peternakan, perwakilan peternak, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Teritip melaksanakan kegiatan presentasi dan diskusi terkait usulan pengolahan pupuk organik. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah peternakan secara optimal, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis bagi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan pemaparan mengenai potensi pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan perkebunan masyarakat setempat. Limbah peternakan yang selama ini belum dikelola secara maksimal dinilai memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk pupuk yang bermanfaat, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Diskusi yang berlangsung melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, peternak, hingga perwakilan masyarakat kelurahan. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan konsep pengolahan pupuk organik yang tepat guna, berkelanjutan, serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di Kelurahan Teritip. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bertukar gagasan terkait teknis pengolahan, pengelolaan, serta potensi pengembangan program ke depan. BAZNAS Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi produktif. Melalui pengolahan pupuk organik, diharapkan dapat tercipta peningkatan kesejahteraan peternak dan petani, sekaligus mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi antara BAZNAS, Dinas Pertanian dan Peternakan, peternak, serta LPM Kelurahan Teritip, program pengolahan pupuk organik ini diharapkan dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, serta pelestarian lingkungan di Kota Balikpapan.
BERITA03/02/2026 | Hasan
Makna dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban
Makna dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban
Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Nisfu Sya’ban jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya 15 Sya’ban 1447 Hijriah, yang pada tahun ini bertepatan dengan Senin, 2 Februari 2026. Malam ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan memperbanyak amal ibadah sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ath-Thabrani disebutkan bahwa Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu memberikan ampunan kepada mereka, kecuali bagi orang yang berbuat syirik dan orang yang saling bermusuhan. Hadits ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga tauhid serta membersihkan hati dari sifat dendam dan permusuhan. Malam Nisfu Sya’ban juga menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah, mengevaluasi diri atas segala perbuatan yang telah dilakukan, serta memohon ampunan atas dosa dan kesalahan. Banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta melaksanakan shalat sunnah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Selain itu, Nisfu Sya’ban mengajarkan nilai penting tentang kepedulian sosial dan keikhlasan. Membersihkan hati tidak hanya dilakukan melalui ibadah ritual,Melalui momentum Nisfu Sya’ban ini, mari kita perkuat niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bertakwa. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempersiapkan hati kita untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh keberkahan. tetapi juga dengan memperbaiki hubungan antar sesama, saling memaafkan, serta meningkatkan kepedulian terhadap saudara-saudara yang membutuhkan. Melalui momentum Nisfu Sya’ban ini, mari kita perkuat niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bertakwa. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempersiapkan hati kita untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh keberkahan.
BERITA02/02/2026 | Hasan
Pesantren Hidayatullah Silaturahmi ke BAZNAS Kota Balikpapan, Sambut Pimpinan Baru
Pesantren Hidayatullah Silaturahmi ke BAZNAS Kota Balikpapan, Sambut Pimpinan Baru
Pesantren Hidayatullah melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan sebagai upaya mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi kelembagaan. Kunjungan ini juga menjadi momen perkenalan dan penyampaian ucapan selamat atas kepemimpinan baru di lingkungan Pesantren Hidayatullah. Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai peran strategis lembaga keagamaan dan lembaga zakat dalam mendukung kesejahteraan umat, khususnya di Kota Balikpapan. BAZNAS Kota Balikpapan menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah positif dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Pimpinan Pesantren Hidayatullah yang baru menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong nilai-nilai kemandirian, kepedulian sosial, serta optimalisasi peran pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya. Sementara itu, BAZNAS Kota Balikpapan menegaskan kesiapan untuk bersinergi melalui program-program zakat, infak, dan sedekah yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui silaturahmi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Pesantren Hidayatullah dan BAZNAS Kota Balikpapan dalam mendukung program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat secara berkelanjutan.
BERITA21/01/2026 | Hasan
25 Tahun BAZNAS: Menguatkan Zakat untuk Indonesia yang Berdaya
25 Tahun BAZNAS: Menguatkan Zakat untuk Indonesia yang Berdaya
Memasuki usia seperempat abad, BAZNAS terus menunjukkan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat. Sejak didirikan pada 17 Januari 2001, BAZNAS hadir sebagai garda terdepan dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan memperkuat keadilan sosial di Indonesia. Dengan mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”, peringatan 25 tahun BAZNAS menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel. Selama 25 tahun, zakat telah menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga respon kebencanaan di berbagai wilayah. Berbagai program unggulan terus dikembangkan, mulai dari bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi produktif, hingga program pendidikan dan kesehatan yang berkelanjutan. Semua ini tidak terlepas dari kepercayaan dan dukungan para muzaki, mitra, serta partisipasi aktif masyarakat yang menjadikan zakat sebagai solusi nyata bagi permasalahan sosial. Di usia yang ke-25 ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus berinovasi, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak guna memastikan manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas dan merata. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan kolektif untuk membangun bangsa yang berkeadilan dan berkeadaban. Peringatan 25 Tahun BAZNAS diharapkan menjadi penguat semangat kebersamaan dalam menebar kepedulian dan menghadirkan harapan. Dari zakat tumbuh harapan, dari kepedulian lahir kesejahteraan umat, menuju Indonesia yang lebih kuat dan berdaya.
BERITA17/01/2026 | Hasan
Ketua BAZNAS Kota Balikpapan Hadiri Doa Bersama Peringatan Perjuangan Para Terdahulu di Lanal Balikpapan
Ketua BAZNAS Kota Balikpapan Hadiri Doa Bersama Peringatan Perjuangan Para Terdahulu di Lanal Balikpapan
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan menghadiri kegiatan doa bersama dalam rangka memperingati perjuangan para terdahulu yang diselenggarakan di Kantor Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan. Kegiatan ini diikuti oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan jajaran terkait sebagai momentum refleksi, penghormatan atas jasa para pendahulu, serta penguatan nilai spiritual dan kebangsaan. Acara diawali dengan pelaksanaan sholat Dhuhur berjamaah yang berlangsung dengan khidmat. Sholat berjamaah ini menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan sebagai wujud kebersamaan, kekompakan, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Suasana penuh kekhusyukan terasa di seluruh rangkaian ibadah yang diikuti oleh seluruh peserta. Setelah sholat Dhuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Ketua BAZNAS Kota Balikpapan. Dalam ceramahnya, Ketua BAZNAS memperkenalkan dan menjelaskan makna zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen ibadah sekaligus sarana membangun kepedulian sosial. Ia menyampaikan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat, khususnya apabila penghasilan telah mencapai nisab sesuai ketentuan syariat. Ketua BAZNAS juga mengajak para ASN yang hadir untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Hal ini disampaikan sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, di mana BAZNAS merupakan lembaga resmi yang ditunjuk negara untuk mengelola zakat. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran demi kemaslahatan umat. Selain zakat, Ketua BAZNAS menekankan pentingnya infak dan sedekah sebagai amalan yang dapat dilakukan oleh setiap individu tanpa harus menunggu batas nisab. Infak dan sedekah menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar nilai-nilai perjuangan para terdahulu dapat terus diwarisi dan diwujudkan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan sinergi antarinstansi. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran spiritual dan sosial para peserta semakin meningkat, serta peran zakat, infak, dan sedekah dapat terus dioptimalkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kota Balikpapan.
BERITA15/01/2026 | Hasan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Balikpapan.

Lihat Daftar Rekening →